Radar Perbatasan, Batam – Lakuntara bersama Bank Mandiri menggelar sebuah workshop intensif yang disusun khusus untuk memperkuat kapasitas para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bertempat dalam suasana belajar yang cair namun tetap penuh muatan, sebanyak 30 peserta dari berbagai sektor usaha hadir dengan antusiasme yang terasa sejak sesi pembuka dimulai.
Selama workshop, para peserta diajak masuk ke dunia pemasaran digital yang kini menjadi tulang punggung banyak usaha kecil. Lakuntara menjelaskan runtutan materi yang dirancang untuk mudah dipahami, aplikatif, dan selaras dengan dinamika UMKM yang dituntut serba cepat.
Mulai dari memahami perilaku konsumen digital, menyusun strategi komunikasi yang efektif di media sosial, hingga mengenal berbagai alat bantu daring untuk mempermudah operasional harian, seluruhnya dibahas dengan pendekatan yang membumi.
“Materi dikemas runtut, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan usaha kecil hari ini,” ujar Lakuntara pada Senin, 8 Desember 2025.
Tidak berhenti pada teori, Bank Mandiri turut menghadirkan sesi pendampingan praktis terkait penggunaan Livin’ by Mandiri. Aplikasi perbankan digital tersebut dikenalkan sebagai solusi yang memudahkan pelaku UMKM mengelola transaksi harian tanpa repot. Dari pembayaran, pencatatan keuangan, hingga pengelolaan dana usaha, semuanya bisa diakses melalui gawai.
“Harapannya, proses transaksi hingga pencatatan keuangan bisa dilakukan tanpa ribet,” tambah Lakuntara.
Kolaborasi antara Lakuntara dan Bank Mandiri ini menjadi langkah konkret dalam upaya meningkatkan literasi digital pelaku UMKM agar siap menghadapi lanskap bisnis yang berubah cepat. Bekal kompetensi digital yang memadai diharapkan tidak hanya mampu membuat UMKM bertahan, tetapi juga membuka pintu untuk naik kelas dan memperluas jangkauan usaha secara berkelanjutan.
Workshop ini pun tak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh. Sebuah langkah kecil namun penting untuk membangun kepercayaan diri para pelaku UMKM ketika menapaki masa depan bisnis yang semakin digital dan kompetitif. Dengan pendampingan berkelanjutan, UMKM diharapkan bisa melangkah lebih jauh, tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam ekonomi digital Indonesia.
Editor: Budi Adriansyah

















