banner 728x250

Ketua Komisi III DPRD Malaka Dukung Percepatan Penyelesaian Bronjong Lamea

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA – 7 Desember 2025.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka yang juga Ketua Fraksi Golkar, Maria Fatima Seuk Kain, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan bronjong di kawasan Lamea, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Pekerjaan ini dinilai sangat mendesak untuk melindungi Jembatan Lamea yang kerap terancam gerusan longsor dan banjir saat musim hujan.

banner 325x300

Maria menegaskan, jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital penghubung Kabupaten Malaka – Kabupaten TTS – hingga Kupang pada jalur selatan Pulau Timor. Kerusakan atau putusnya jembatan ini akan berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat dan arus distribusi ekonomi.

“Bronjong itu sangat penting dikerjakan segera untuk melindungi jembatan agar tidak tergerus banjir dan terputus. Ini jalur penghubung antar kabupaten, bahkan antar wilayah strategis di Pulau Timor, sehingga keselamatannya harus menjadi prioritas,” tegas Maria.

Kontrak Pekerjaan Senilai Rp 4,38 Miliar Ditandatangani

Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menandatangani kontrak pembangunan perkuatan tebing (bronjong) Lamea dengan nilai pekerjaan Rp 4.383.213.200.
Paket pekerjaan ini dikerjakan oleh PT Mitra Agung Malaka, berdasarkan Sub Perjanjian Kontrak Nomor PU.610/PPK.SG/SP/57/IX/2025 yang ditandatangani pada 23 September 2025.

Total pagu anggaran mencapai Rp 4.476.340.500, dibiayai sepenuhnya melalui APBD Malaka dengan pola multiyears (2025–2026).

Tahun Anggaran 2025: Rp 2.910.000.000

Tahun Anggaran 2026: Rp 1.566.340.500

PT Mitra Agung Malaka diberi waktu 95 hari kalender, terhitung 23 September–26 Desember 2025, untuk menyelesaikan pekerjaan fisik. Setelah itu, kontraktor masih berkewajiban melakukan pemeliharaan 180 hari mulai 27 Desember 2025 hingga 24 Juni 2026.

Program Prioritas Pengurangan Risiko Bencana

Plt Kepala Dinas PUPR Malaka, Lorens Haba, mengatakan pembangunan bronjong Lamea merupakan bagian dari program prioritas Pemkab Malaka dalam pengurangan risiko bencana, sebagaimana diamanatkan dalam Perda RPJMD 2025–2030.

“Wilayah ini rawan longsor, sehingga penguatan tebing menjadi prioritas kami. Program ini juga sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati untuk meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat di daerah rawan bencana,” ujar Lorens.

Ia berharap bronjong tersebut mampu memberikan perlindungan permanen terhadap area yang selama ini terus mengalami erosi akibat aliran sungai.

Pekerjaan Mulai Berjalan di Lapangan

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Devys, memastikan progres awal pekerjaan telah dimulai.

“Kami sudah melakukan galian pondasi dan pemasangan pondasi bronjong. Semua dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal kontrak,” jelasnya.

Menurut Devys, pengawasan ketat dilakukan agar kualitas pekerjaan memenuhi standar serta dapat memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di Wewiku dan sekitarnya.

Diharapkan Lindungi Aset Infrastruktur dan Kurangi Erosi

Pembangunan bronjong di Lamea diproyeksikan mampu:

memperkuat struktur tebing,

mengurangi tingkat erosi,

melindungi badan jalan, jembatan, dan lahan pertanian,

serta mendukung pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai.

Dukungan DPRD melalui Ketua Komisi III memperkuat prioritas pemerintah daerah dalam memastikan proyek strategis ini selesai tepat waktu dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Editor: Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!