BETUN, Malaka – 3 Desember 2025
Menghadapi ancaman penyempitan lahan gembala akibat intensifikasi sawah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka mendorong penerapan sistem Integrasi Padi-Sapi berbasis Zero Waste. Fokus utamanya adalah mengolah jerami padi, yang selama ini terbuang atau dibakar, menjadi pakan bernutrisi bagi sapi potong.
“Ini adalah solusi sinergis. Program intensifikasi padi tidak boleh dilihat sebagai musuh peternak, tapi sebagai mitra. Setiap peningkatan produksi padi berarti peningkatan produksi jerami. Jerami inilah yang harus kita kelola menjadi aset, bukan dibakar yang justru merusak lingkungan,” ungkap Metilde Seran, Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka.
Seran menjelaskan, terdapat tiga pilar teknologi dalam integrasi ini: (1) teknologi budidaya ternak, (2) teknologi budidaya padi, dan (3) teknologi pengolahan jerami dan kompos. Dengan teknologi pengolahan yang tepat seperti fermentasi (misal, dengan probiotik), jerami yang rendah nutrisi dapat ditingkatkan kualitasnya sebagai pakan.
“Pembakaran jerami adalah pemborosan biomassa dan merusak keanekaragaman hayati tanah. Sebaliknya, pemanfaatan jerami sebagai pakan dan mulsa justru memperbaiki tanah. Ini pola pertanian berkelanjutan yang sesungguhnya,” paparnya.
Ia menambahkan, pola integrasi ini bertujuan meminimalkan biaya pakan sekaligus meningkatkan peran sapi dalam ekonomi usaha tani. “Petani mendapat penghasilan dari gabah, sekaligus dari ternak sapinya yang dipelihara dengan biaya pakan rendah. Ini akan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani di Malaka,” tutup Seran.
Editor : Boni Atolan

















