Kabupaten Malaka – 2 Desember 2025
Di balik upaya perbaikan padang penggembalaan, Dinas Peternakan Kabupaten Malaka menghadapi tantangan struktural yang lebih besar: kompetisi dan alih fungsi lahan. Lahan yang potensial untuk hijauan pakan ternak justru sering kali beralih ke sektor lain.
“Ini masalah klasik tapi sangat krusial,” ujar Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka. “Secara ekonomi, lahan seringkali lebih bernilai untuk tanaman pangan, perkebunan jambu mete, atau bahkan untuk permukiman dan industri, dibanding untuk padang penggembalaan. Prioritas kita di peternakan seringkali kalah,” keluhnya.
Ia merinci lima faktor penghambat utama: (1) kompetisi lahan yang tidak seimbang, (2) alih fungsi untuk non-pertanian, (3) belum berkembangnya bisnis hijauan komersial, (4) rendahnya perhatian terhadap kualitas bibit hijauan, dan (5) kesulitan mendapatkan benih unggul adaptif iklim kering Malaka.
“Butuh komitmen lintas sektoral dan perda yang kuat untuk perlindungan lahan pakan ternak. Tidak bisa kita atasi sendirian. Perlu sinergi dengan Dinas Pertanian, PUPR, dan Perencanaan,” pungkasnya, menekankan perlunya pendekatan kolaboratif.

















