Kabupaten Malaka – 2 Desember 2025
Potensi peternakan sapi potong di Kabupaten Malaka menghadapi ancaman serius akibat semakin berkurang dan rusaknya padang penggembalaan alam. Lahan yang seharusnya menjadi sumber pakan utama ternak justru mengalami penurunan kualitas dan daya dukung.
Menanggapi hal ini, Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka mengungkapkan keprihatinannya. “Kondisi padang penggembalaan kita mirip dengan gambaran umum di NTT. Produksi hijauan rendah, dominasi gulma meningkat, dan sering terjadi pembakaran liar. Ini adalah tantangan nyata yang langsung berdampak pada jumlah ternak yang bisa kita pelihara,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa tanpa perawatan dan campur tangan pengelolaan yang baik, padang penggembalaan di Malaka rentan terhadap kerusakan permanen. “Faktor iklim kering kita perparah dengan praktik penggembalaan terus-menerus tanpa istirahat. Tanaman pakan unggul yang disukai sapi lama-lama habis, yang tersisa hanya tanaman yang tidak disukai atau bahkan beracun,” tambahnya.
Kondisi ini, jika tidak segera diintervensi, dikhawatirkan akan menurunkan populasi dan produktivitas sapi potong sebagai salah satu komoditas andalan daerah.

















