banner 728x250

Malaka dalam Konteks NTT: Iklim Kering dan Krisis Pakan Batasi Pengembangan Sapi Potong

banner 120x600
banner 468x60

, Malaka – NTT – 1 Desember 2025

Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Malaka, menghadapi tantangan besar dalam pengembangan sapi potong akibat iklim kering yang panjang. Hal ini diungkapkan Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Metilde Seran, yang menilai kondisi tersebut menjadi faktor utama rendahnya ketersediaan pakan hijauan sepanjang tahun.

banner 325x300

NTT hanya mengalami empat bulan basah (Des–Mar), sedangkan delapan bulan lainnya sangat kering. Pada bulan Agustus–September, hujan hampir tidak turun sama sekali, menyebabkan rumput mengering dan rawan terbakar. Keterbatasan limbah pertanian seperti jerami padi dan janggel jagung semakin memperburuk situasi karena petani hanya dapat menanam sekali setahun.

“Berbeda dengan Jawa yang memiliki pakan melimpah dari limbah pertanian, di Malaka dan NTT secara umum pakan sangat tergantung musim,” jelas Metilde.

Ia menambahkan bahwa perbandingan dengan Jawa semakin menunjukkan jurang kesenjangan. Jawa Timur memiliki kepadatan sapi 11,2 ekor/ha, sedangkan NTT hanya 5,2 ekor/ha. Akses pasar, teknologi, dan pola intensif penggemukan sapi bakalan di Jawa juga mendukung tingginya populasi.

Kondisi ini menjadi peringatan bahwa Malaka membutuhkan strategi pakan alternatif seperti pembuatan silase, hay, pengembangan padang penggembalaan produktif, dan bank pakan desa agar ternak tetap bertahan di musim kering panjang.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!