Malaka, NTT – 1 Desember 2025
Kondisi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di Kabupaten Malaka dinilai memprihatinkan. Sebanyak 4 Puskeswan belum memiliki bangunan sama sekali, sedangkan 3 lainnya mengalami kerusakan berat. Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Metilde Seran, menyampaikan bahwa situasi tersebut berdampak langsung pada penurunan kualitas pelayanan kesehatan hewan di tingkat lapangan.
“Tugas Puskeswan itu sangat strategis—bukan hanya mengobati hewan, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pencegahan penyakit. Dengan kondisi seperti ini, pelayanan tidak bisa maksimal,” jelas Metilde.
Tiga Puskeswan rusak berat berada di Betun, Haitimuk, dan Biudukfoho. Sementara Puskeswan Laenmanen, Io Kufeu, dan Botin Leobele bahkan belum memiliki bangunan permanen sehingga pelayanan dilakukan secara terbatas dan tidak terstruktur.
Ketiadaan fasilitas menyebabkan kesulitan penyimpanan obat-obatan, terbatasnya sarana tindakan medis, serta minimnya tempat konsultasi bagi peternak. Lebih jauh, petugas juga kesulitan dalam pengawasan penyakit menular seperti PMK, ASF, atau anthrax.
Dengan populasi ternak yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, kebutuhan akan layanan kesehatan hewan menjadi semakin mendesak. Metilde menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan anggaran baik dari provinsi maupun pusat untuk membangun Puskeswan representatif di seluruh kecamatan.
Editor : Boni Atolan

















