banner 728x250

Malaka: Potensi Kawasan Peternakan Besar, Namun Terhambat Minimnya Infrastruktur Dasar

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, NTT – 1 Desember 2025

Kabupaten Malaka memiliki tiga kawasan peternakan seluas 2.500 hektar yang telah ditetapkan sebagai sentra pengembangan ternak, namun hingga kini pemanfaatannya dinilai belum optimal karena keterbatasan infrastruktur penunjang. Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Metilde Seran, menegaskan bahwa kondisi ini menjadi hambatan utama percepatan pembangunan peternakan daerah.

banner 325x300

Menurut dokumen internal Dinas Peternakan, ketiga kawasan—Kapitan Meo, Wekakoli, dan Uma Lo’o Raiktetuk—belum dilengkapi fasilitas vital seperti jalan produksi, sumber air berupa sumur bor dan embung, kandang modern, serta gudang penyimpanan peralatan. Ketiadaan infrastruktur tersebut menyebabkan kawasan yang disiapkan pemerintah sejak 2021 ini belum mampu berfungsi sebagai pusat pembibitan maupun produksi ternak daerah.

“Potensi kawasan sangat besar, namun tanpa infrastruktur dasar, tidak mungkin kita mendorong kegiatan peternakan yang modern dan produktif,” ujar Metilde Seran.

Padahal, ketiga kawasan ini merupakan Tanah Suku yang memerlukan pendekatan sosial-kultural dalam pengelolaannya, sehingga pembangunan fisik harus diimbangi dengan komunikasi intensif bersama masyarakat adat setempat.

Sementara itu, populasi ternak Malaka menunjukkan tren positif: sapi 74.139 ekor, babi 77.374 ekor, dan ayam 480.086 ekor pada tahun 2024. Namun, pertumbuhan populasi belum sebanding dengan kesiapan lahan dan fasilitas pendukung.

Metilde menambahkan bahwa jika infrastruktur produksi segera dibangun, tiga kawasan ini bisa menjadi sentral utama pembibitan sapi unggulan dan pengembangan peternakan terpadu yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

 

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!