Malaka – Pemerintah Desa Naas, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, mendorong warga untuk menanam aneka sayuran guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekaligus melayani permintaan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis ). Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.
Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG dan mendapat informasi bahwa dapur tersebut membutuhkan pasokan sayuran segar setiap hari. Kondisi ini menjadi peluang bagi warga Desa Naas yang memiliki potensi lahan dan kemampuan bercocok tanam.
“Kami melihat peluang besar dari kebutuhan dapur MBG. Mereka membutuhkan sayuran segar setiap hari, dan ini bisa dipenuhi oleh warga Desa Naas,” kata Kepala Desa Naas, Veronika Florida Seran, saat ditemui di sela panen perdana sayuran di kebun, Jumat (5/12/2025).
Menurutnya, setiap dusun diberi tanggung jawab menggarap dua bedeng kebun. Satu bedeng ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sayur warga, sementara satu bedeng lainnya dikelola untuk dijual kepada pemborong sayur.
“Hasil panen pertama kami gunakan kembali untuk membeli bibit baru. Awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan warga, tapi ternyata hasil panennya cukup bagus,” jelasnya.
Kades Vero menambahkan, beberapa dusun telah menanam ubi ungu, sementara dusun lain telah melakukan penyemaian bibit sawi putih. Setelah berkonsultasi dengan petugas gizi, pemerintah desa memutuskan untuk memprioritaskan penanaman sayuran yang dibutuhkan dapur MBG, yakni sawi dan kacang panjang.
Ia berharap program ini dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal sekaligus menambah sumber pendapatan masyarakat.
“Desa Naas memiliki potensi pertanian yang besar. Jika warga serius membudidayakan sayuran, ini bisa menjadi usaha produktif jangka panjang,” tegasnya.
Pemerintah desa juga berencana memperluas lahan tanam dan memberikan pendampingan lebih intensif kepada kelompok tani di setiap dusun agar kualitas panen semakin meningkat.
Editor: Boni Atolan

















