banner 728x250

Wisuda Sekolah Lansia Kamanasa Berlangsung Meriah: Peserta Tertua 93 Tahun, Wujudkan Semangat Belajar Sepanjang Hayat di Kabupaten Malaka

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, 27 November 2025 —

Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Hotel Cinta Damai, Betun, ketika sebanyak 40 peserta Sekolah Lansia Kamanasa secara resmi dikukuhkan sebagai wisudawan dan wisudawati. Gelaran ini bukan sekadar seremoni penutupan program, tetapi menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Malaka, karena untuk pertama kalinya program Sekolah Lansia berjalan satu tahun penuh dan berujung pada prosesi wisuda.

banner 325x300

Dengan antusiasme tinggi, para lansia yang berasal dari Desa Kamanasa dan wilayah sekitarnya itu hadir mengenakan seragam kebesaran wisuda. Beberapa di antaranya tampak ditemani keluarga, sementara sebagian lainnya berjalan beriringan bersama para kader. Tepuk tangan para undangan bergemuruh ketika nama-nama wisudawan dipanggil satu per satu.

Yang paling menyita perhatian adalah kehadiran Karlus Seran Badak, lansia berusia 93 tahun, yang menjadi peserta tertua. Sementara itu, Maria Seuk, usia 60 tahun, tercatat sebagai peserta termuda. Keduanya berdiri tegak menerima ijazah kelulusan, menjadi simbol bahwa belajar tidak pernah mengenal usia.

Pejabat Hadir Apresiasi Program: “Ini Momentum Bersejarah bagi Kabupaten Malaka”

Kegiatan wisuda secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Malaka setelah diawali sambutan dari Plh. Dinas KB Kabupaten Malaka, Andreas Seran. Dalam pernyataannya, Andreas menegaskan bahwa program ini merupakan tonggak penting bagi pemerintah daerah.

“Ini momentum sangat bersejarah dan menjadi contoh baik di Kabupaten Malaka. Kita bangga karena para lansia dapat menjalani proses pendidikan selama satu tahun penuh dengan bimbingan para fasilitator. Kegiatan seperti ini baru terjadi di Kabupaten Malaka, terutama di Desa Kamanasa,” ungkapnya dalam sambutan pembuka.

 

Sementara itu, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Michael Yance Galmin, SS., MSc, turut memberikan apresiasi mendalam. Dalam sambutannya yang penuh motivasi, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak pernah berhenti.

“Belajar tidak mengenal usia. Selama ada kemauan, kesempatan itu selalu ada. Program Sekolah Lansia Kamanasa adalah bukti nyata bahwa siapapun dapat berkembang. Ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Malaka, dan kami berharap bisa dikembangkan di desa serta kecamatan lain,” ujarnya.

Pernyataan kedua pejabat ini memperkuat komitmen pemerintah untuk memperluas jaringan Sekolah Lansia di seluruh Kabupaten Malaka sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

Proses Pembelajaran Selama Setahun: Dari Senam Lansia sampai Simulasi Sosial

Program Sekolah Lansia Kamanasa telah berjalan sejak Januari hingga November 2025 dengan total 12 kali pertemuan terstruktur, menggunakan modul resmi Sekolah Lansia BKKBN. Setiap pertemuan menghadirkan materi yang dirancang untuk memperkuat lima aspek penting kehidupan lansia: fisik, mental, sosial, emosional, dan spiritual.

Para peserta mengikuti beragam kegiatan pembelajaran, antara lain:

Pemahaman kesehatan fisik dan pencegahan penyakit degeneratif

Senam lansia untuk meningkatkan kebugaran

Pemeriksaan kesehatan berkala bekerja sama dengan Puskesmas Betun

Simulasi sosial dan permainan edukatif yang bertujuan meningkatkan interaksi sosial

Kegiatan kreativitas, termasuk kerajinan tangan dan aktivitas rekreatif

Penguatan spiritual dan psikologis, untuk membantu lansia lebih percaya diri dan mandiri

Seluruh kegiatan difasilitasi oleh tenaga profesional, termasuk penyuluh KB, tenaga kesehatan, kader desa, serta fasilitator Sekolah Lansia yang telah bersertifikat.

Keberhasilan pelaksanaan ini juga didukung penuh oleh keluarga peserta yang aktif memberikan motivasi dan pendampingan. Banyak keluarga mengaku bangga karena program tersebut membawa perubahan positif terhadap perilaku dan kesehatan orang tua mereka.

Mewujudkan Lansia SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat

Salah satu tujuan utama program Sekolah Lansia adalah menciptakan lansia yang SMART—konsep pembangunan lansia yang menekankan pentingnya kemandirian dan produktivitas di usia lanjut.

Melalui kegiatan belajar rutin, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar mengenai:

Gaya hidup sehat dan pola makan bergizi

Manajemen stres dan kebahagiaan di usia lanjut

Cara tetap produktif meski di usia senja

Peran lansia dalam keluarga dan masyarakat

Kesiapsiagaan kesehatan untuk mendukung tujuh dimensi lansia tangguh

Program ini membuktikan bahwa lansia dapat tetap berdaya, terlibat dalam kegiatan sosial, bahkan menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan desa.

Dukungan Lintas Sektor Jadi Kunci Kesuksesan

Wisuda Sekolah Lansia Kamanasa tidak hanya berhenti pada capaian peserta, tetapi juga menggambarkan kuatnya kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Malaka. Beberapa pihak yang terlibat antara lain:

Pemerintah Kabupaten Malaka

Dinas P2KBP3A Kabupaten Malaka

Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Malaka

Pemerintah Desa Kamanasa

Puskesmas Betun

Tokoh masyarakat, termasuk Bapak Yanuarius Nahak, SH

BPJS Kesehatan Kabupaten Malaka

Prodia Kupang

Para kader dan keluarga peserta

Total jumlah peserta kegiatan mencapai 110 orang, terdiri dari siswa lansia, perangkat desa, petugas kesehatan, penyuluh KB, OPD terkait, serta mitra pendukung. Kolaborasi yang solid ini menjadi bukti bahwa program berbasis masyarakat akan berhasil ketika pemerintah, mitra, dan keluarga bersinergi.

Anggaran Didukung DIPA BKKBN dan Swadaya Masyarakat

Pelaksanaan program Sekolah Lansia Kamanasa didukung oleh beberapa sumber pendanaan, meliputi:

DIPA Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Tahun Anggaran 2025

Swadaya Pemerintah Desa Kamanasa

Dukungan tokoh masyarakat, khususnya Bapak Yanuarius Nahak, SH

Kontribusi multi-sumber ini memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan lancar, mulai dari proses belajar, penyediaan fasilitas pendukung, hingga penyelenggaraan wisuda.

Panitia Sampaikan Apresiasi dan Harapan Pengembangan Program

Dalam laporan resmi yang dibacakan oleh Oktaviana Fafu, AMd. Kep., Kabid K3 Dinas P2KBP3A Kabupaten Malaka, panitia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini.

Panitia berharap keberhasilan Sekolah Lansia Kamanasa dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Malaka, sehingga lansia di wilayah tersebut dapat terus berkembang dan memperoleh hak pelayanan pendidikan nonformal secara berkesinambungan.

“Kami menyampaikan proficiat kepada seluruh wisudawan–wisudawati. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan,” demikian kutipan laporan panitia.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan penyerahan ijazah, sesi foto bersama, dan ramah tamah. Para wisudawan tampak bahagia, menunjukkan bahwa pembelajaran yang mereka jalani telah membawa energi positif yang besar.

Makna “Sekolah Lansia” bagi Masa Depan Kabupaten Malaka

Kehadiran Sekolah Lansia di Kamanasa menjadi titik awal penting dalam pembangunan manusia di Kabupaten Malaka. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga mendukung strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan indeks pembangunan keluarga, serta membangun komunitas lansia yang produktif.

Bagi masyarakat Desa Kamanasa, pelaksanaan wisuda ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya bagi lansia untuk tetap aktif dan berdaya, meskipun usia terus bertambah.

Kedepannya, Dinas P2KBP3A Kabupaten Malaka bersama BKKBN berharap lebih banyak desa dan kecamatan yang dapat mengembangkan sekolah lansia, hingga tercipta jejaring pembelajaran lansia yang kuat dan berkelanjutan.

Penutup

Wisuda Sekolah Lansia Kamanasa tahun 2025 bukan hanya sebuah perayaan kelulusan, tetapi juga cerminan semangat, keberanian, dan keteguhan hati para lansia dalam menapaki perjalanan hidup. Dengan usia yang tidak lagi muda, mereka membuktikan bahwa belajar adalah proses sepanjang hayat.

Program ini juga menjadi pesan penting bagi masyarakat luas bahwa lansia bukan beban, melainkan aset berharga yang dapat terus berkontribusi jika diberikan ruang dan kesempatan.

Malaka telah mencatat sejarahnya—dan Semoga ini menjadi awal dari banyak kisah inspiratif lainnya.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!