Betun – Sebanyak 46 calon pelatih sepak bola dari berbagai SSB dan kecamatan di Kabupaten Malaka berhasil menyelesaikan Kursus Pelatih Lisensi D PSSI yang digelar selama tujuh hari, 17-23 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan langkah konkret Pemerintah Daerah dan PSSI Malaka dalam melakukan standardisasi kepelatihan di tingkat akar rumput.
Demikian laporan PSSI yang dibacakan dalam acara penutupan kursus bagi para pelatih di Kediaman Bupati Malaka, Haitimuk, 22 Desember 2025
Dikatakannya, kursus yang dibagi dalam dua kelas ini bertujuan membekali pelatih lokal dengan filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), teknik kepelatihan dasar, manajemen tim, dan psikologi pemain usia dini. Para peserta terdiri dari guru olahraga, mantan pemain PS Malaka, serta penggiat sepak bola yang tersebar di sembilan kecamatan.
Proses Pelatihan Intensif dengan Instruktur Berpengalaman
Pelatihan berlangsung secara intensif, menggabungkan sesi teori di Aula Hotel Nusa Dua dengan sesi praktek di tiga lapangan berbeda: Lapangan Umum Betun, Lapangan Haitimuk, dan Lapangan Besikama. Materi praktek mencakup coaching skill, small sided games, serta penguasaan teknik dasar seperti passing, dribbling, dan shooting.
Para peserta dilatih langsung oleh instruktur yang ditunjuk PSSI Pusat/Provinsi NTT, yaitu Kletus Marselinus Gabhe, Marwal Iskandar, Dzukfikri B El Hassan, dan Adrianus Patrik Domal. Kehadiran instruktur bersertifikat nasional ini menjadi nilai tambah untuk menjamin kualitas materi yang disampaikan.
Hasil Positif dan Evaluasi untuk Pengembangan Berkelanjutan
Berdasarkan laporan pelaksanaan, seluruh peserta (100%) mengikuti semua sesi dengan antusiasme tinggi. Evaluasi akhir menunjukkan sebagian besar peserta dinyatakan lulus dan mampu menyusun program latihan harian dengan baik.
“Kegiatan ini telah menambah jumlah pelatih berlisensi di Malaka yang diharapkan mampu membangkitkan kualitas kompetisi internal di masa depan,” bunyi kesimpulan laporan resmi panitia.
Meski sukses, pelaksanaan tidak lepas dari kendala, seperti cuaca hujan yang mengganggu jadwal praktek. Ada juga catatan unik dari evaluasi panitia: “Peserta yang sering banyak panggilan dari orang rumah, lebih baik dilakukan di Kupang saja. Supaya jauh dari rumah,” yang mengisyaratkan perlunya lingkungan pelatihan yang lebih fokus.
Motivasi dan Langkah ke Depan: Sinergi untuk Prestasi
Keberhasilan kursus ini harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh stakeholder sepak bola Malaka. Para lulusan Lisensi D kini memiliki bekal ilmu yang valid. Namun, tugas mereka baru dimulai: menerapkan ilmu tersebut di SSB masing-masing dengan penuh dedikasi, integritas, dan kesabaran.
PSSI Kabupaten Malaka disarankan untuk melakukan monitoring dan mengadakan workshop rutin agar ilmu para pelatih tetap terasah. Sementara itu, Pemkab melalui Dispora diharapkan terus mendukung dengan anggaran dan program terukur, sebagaimana janji Bupati.
Kursus ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan sepak bola Malaka. Setiap pelatih yang berkualitas adalah guru yang akan mencetak pemain unggul. Setiap wasit yang kompeten adalah penjaga sportivitas. Dan setiap dukungan dari pemerintah, orang tua, serta masyarakat adalah bahan bakar untuk mencapai target prestasi regional hingga nasional. Saatnya semua pihak bersinergi, “mengurus bola” dengan hati, pikiran, dan tekad yang profesional untuk kebanggaan Malaka. (*)
Editor : Boni Atolan

















