banner 728x250

23 WNI Korban Kapal Tenggelam di Perairan Pulau Pangkor Berhasil Diselamatkan

banner 120x600
banner 468x60

LUMUT, MALAYSIA –

Sebanyak 23 warga negara Indonesia berhasil diselamatkan setelah sebuah kapal yang diduga mengangkut pendatang asing tanpa izin (PATI) tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, Senin (12/5/2026) dini hari.

banner 325x300

Informasi tersebut disampaikan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Negeri Perak melalui siaran media resmi yang diterima di Lumut.

Direktur Maritim Negeri Perak, Kapten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob, menjelaskan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat dari seorang nelayan yang menemukan korban terapung di laut dan meminta bantuan segera.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) langsung diaktifkan pada pukul 06.00 pagi dengan mengerahkan kapal KM GAGAH dan KM BENTENG 1203. Operasi turut dibantu Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta komunitas nelayan setempat.

Sebuah kapal nelayan lokal bernomor VNT PKFB 616 berhasil mengevakuasi 23 korban selamat yang terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan warga Indonesia. Seluruh korban kemudian dibawa ke Jeti PPM Kampung Acheh untuk pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, total penumpang di atas kapal diperkirakan mencapai 37 orang. Hingga kini, baru 23 korban ditemukan selamat, sementara sisanya masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Selain melakukan pencarian korban, petugas juga menemukan tiga tas berisi pakaian yang diduga milik penumpang kapal nahas tersebut.

APMM mengungkapkan para penumpang diduga berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei 2026 menuju Malaysia dengan tujuan beberapa wilayah, di antaranya Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.

Operasi SAR melibatkan berbagai aset laut dan udara, termasuk KD Sri Indera Sakti, helikopter Fennec TLDM, dua Fast Combat Boat TLDM, pesawat Bombardier CL 415 milik APMM, serta kapal PAC 16 milik PPM.

Kapten Maritim Mohamad Shukri menegaskan operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Pihak Maritim Malaysia juga mengimbau masyarakat, khususnya komunitas maritim, agar segera melaporkan apabila menemukan korban atau benda mencurigakan di laut melalui pusat operasi Maritim Negeri Perak atau layanan darurat 999.

 

Laporan : Sebastian

banner 325x300
error: Content is protected !!