banner 728x250

Melki–Jhoni “Bapak UMKM Malaka”, NTT Mart ke-15 Jadi Titik Balik Kebangkitan Ekonomi Rakyat

banner 120x600
banner 468x60

MALAKA –

Peluncuran NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Malaka menjadi penanda kuat keberpihakan nyata Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Kabupaten Malaka yang selama ini mengalami keterbatasan akses pasar hingga membuat banyak usaha rakyat berada dalam kondisi stagnan.

banner 325x300

Peresmian NTT Mart ke-15 di NTT tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, didampingi Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, di Dusun Wemalae, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Jumat (23/1/2026).

Kehadiran NTT Mart ini menegaskan peran kepemimpinan Melki–Jhoni sebagai figur yang secara konsisten mendorong kebijakan ekonomi berpihak pada UMKM, sehingga keduanya kian dikenal sebagai “Bapak UMKM Malaka.”

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa NTT Mart bukan sekadar pusat penjualan, melainkan instrumen kebijakan untuk memutus rantai ketimpangan ekonomi antara produsen dan pedagang. Melalui NTT Mart, produk petani, nelayan, perajin, dan UMKM diposisikan sebagai aktor utama dalam sistem ekonomi daerah.

“NTT Mart ini adalah pasar bagi produk rakyat. Dari ladang dan laut langsung ke pasar, dengan harga yang pantas dan menguntungkan bagi produsen,” tegas Gubernur Melki.

Ia mengakui bahwa selama ini UMKM Malaka dan wilayah lain di NTT kerap menghadapi persoalan klasik, yakni ketiadaan ruang pemasaran yang pasti, sehingga produk lokal kalah bersaing dan tidak memiliki daya tawar. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya ekonomi rakyat dan memperbesar ketergantungan pada produk dari luar daerah.

Peluncuran NTT Mart di Malaka dinilai sebagai titik balik bagi UMKM lokal. Untuk pertama kalinya, pelaku usaha rakyat memiliki akses ke pasar resmi yang terhubung dengan jaringan NTT Mart di berbagai kabupaten/kota, sekaligus didukung oleh kebijakan pemerintah daerah.

Dalam konteks yang lebih luas, Gubernur Melki menjelaskan bahwa kebijakan NTT Mart merupakan bagian dari strategi mengatasi defisit perdagangan NTT, di mana belanja masyarakat terhadap produk luar daerah masih lebih besar dibandingkan nilai produk lokal yang keluar dari NTT.

Sebagai penguatan, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan empat pilar kebijakan UMKM, yakni permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan usaha, literasi keuangan, serta penyediaan akses pasar melalui NTT Mart.

Potensi penyaluran KUR di NTT disebut mencapai lebih dari Rp3,7 triliun, yang diarahkan untuk mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan.

“Modal kami siapkan, pendampingan ada, literasi keuangan kita perkuat, dan pasar kami buka. UMKM tidak boleh lagi berjalan sendiri,” ujar Gubernur Melki.

Keberpihakan tersebut juga diperkuat melalui rencana kebijakan afirmatif agar ASN di NTT membelanjakan minimal Rp100.000 per bulan untuk produk lokal melalui NTT Mart. Kebijakan ini diproyeksikan menjadi penggerak permintaan sekaligus memastikan perputaran uang tetap berada di daerah.

“Ini bukan bagi-bagi uang. Ini membeli produk rakyat sendiri supaya ekonomi daerah berputar,” katanya.

Gubernur Melki juga menempatkan Malaka sebagai wilayah strategis dalam pembangunan ekonomi kawasan timur Indonesia, baik dari sisi potensi pertanian, kekayaan budaya, maupun keterkaitan historis dengan Maluku dan Papua. Untuk memperkuat daya saing produk Malaka, pemerintah mendorong penguatan infrastruktur logistik, termasuk pengembangan dermaga pesisir guna menekan biaya distribusi.

Peluncuran NTT Mart tersebut dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malaka, anggota DPRD Provinsi NTT, unsur TNI–Polri, pimpinan OPD Provinsi NTT, TP PKK Kabupaten Malaka, pimpinan BUMN, pelaku usaha lokal, para camat dan kepala desa, kepala sekolah, serta para siswa SMA.

Dengan diresmikannya NTT Mart ke-15 di Kabupaten Malaka, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan arah pembangunan ekonomi yang berpihak pada rakyat. Kepemimpinan Melki–Jhoni dinilai telah menghadirkan kebijakan konkret yang menjadikan UMKM bukan sekadar objek, melainkan subjek utama pembangunan ekonomi daerah.

Terimakasih Gubernur NTT yang telah mengangkat martabat UMKM di Malaka

Peluncuran NTT Mart tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Malaka, anggota DPRD Provinsi NTT, Agustinus Nahak ,  unsur TNI–Polri, pimpinan OPD Provinsi NTT, TP PKK Kabupaten Malaka, pimpinan BUMN, pelaku usaha asal Kabupaten Malaka, para camat dan kepala desa, kepala sekolah, serta para siswa SMA.

 

Editor : Boni Atolan

 

banner 325x300
error: Content is protected !!