Indeks

Sri Ariana Ningsih: Srikandi Aceh yang Menghubungkan Matahari, Warisan, dan Dunia

Aceh –

Di tanah Serambi Mekkah yang sarat dengan sejarah heroik, lahir seorang srikandi modern yang tak kenal lelah membangun Aceh dari berbagai lini. Ir. Sri Ariana Ningsih, CPM, CPCE, bukan hanya nama, melainkan sebuah simbol ketekunan yang menjelma menjadi aksi nyata. Dari mengelola Posyandu hingga merancang pembangunan berkelanjutan, perjalanannya adalah mozaik inspirasi yang menyatukan pelayanan dasar, diplomasi, dan visi hijau untuk masa depan Aceh.

Merajut Kiprah dari Akar Rumput

Awal kiprah Sri Ariana dimulai dari hal yang paling fundamental: kesehatan ibu dan anak. Gelar Kader Posyandu Terbaik Tingkat Nasional 1998 dan Pengelola KB Nasional Terbaik 1999 adalah bukti dedikasinya yang tulus menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Jiwa kepemimpinannya terus berkembang, tidak hanya di ranah kesehatan tetapi juga merambah dunia bisnis dan politik. Sebagai peserta pertukaran perniagaan tiga negara (Indonesia, Malaysia, Thailand) pada tahun 2000, ia membuktikan bahwa wawasan internasional dapat dimulai dari Aceh.

Tonggak Bersejarah: Menerangi Aceh dengan Tenaga Surya

Tahun 2022 menjadi titik balik yang monumental dalam perjalanan karirnya. Sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Pelaksana Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (DPD FKP PJUTS) Provinsi Aceh, Sri Ariana memimpin sebuah terobosan bersejarah.

Pada 23 April 2022, ia berhasil mempertemukan seluruh pemangku kepentingan kunci—mulai dari Lembaga Pengelola Proyek Forum Budaya Dunia Heritages (LPP-FBDH), Gubernur, hingga seluruh Bupati dan Walikota se-Aceh—untuk menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan meresmikan tiang percontohan PJUTS.

Yang membuat momen ini begitu bermakna adalah, seperti yang diungkapkan seorang tokoh, “Tahun 2022 menjadi tonggak sejarah terpasang listrik bertenaga surya di tempat terdamparnya kapal PLTD di darat dibawa air pada saat tsunami di Banda Aceh.” Artinya, teknologi hijau dan pembangunan berkelanjutan justru hadir di situs yang menjadi simbol kehancuran dahsyat tsunami Aceh. Sri Ariana tidak hanya membangun infrastruktur; ia memimpin transformasi simbol duka menjadi mercusuar harapan, dari lokasi yang sarat memori kelam menuju masa depan yang terang benderang dengan energi bersih.

Ahli Hukum Kontrak: Membangun Pusat Penyakit Khusus di Aceh

Selain kiprah di bidang energi dan pemberdayaan masyarakat, Sri Ariana juga berperan penting dalam pembangunan fasilitas kesehatan di Aceh. Sebagai ahli hukum kontrak pengadaan barang dan jasa, ia turut andil dalam pembangunan gedung berlantai empat di RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh—yang menjadi pusat penyakit thalassemia dan kanker.

Proyek besar ini merupakan hasil kerja sama erat antara pemerintah daerah Provinsi Aceh, yang pada waktu itu dipimpin Gubernur Ir. Nova Iriansyah, Direktur RSUD Dr. Zainoel Abidin, serta Dewan Sengketa Indonesia, yang mewakili Sri Ariana sendiri. Penandatanganan perjanjian kontrak dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada September 2019, menandai babak baru dalam upaya peningkatan layanan kesehatan khusus di Aceh.

Membangun Pariwisata Aceh hingga ke Kancah Internasional

Visi besarnya tidak berhenti pada penerangan jalan dan pembangunan fasilitas kesehatan. Sri Ariana percaya bahwa Aceh memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Dalam berbagai forum, ia menyuarakan pentingnya “Membangun pariwisata di setiap daerah dan bisa dibawa ke kancah internasional.”

Keyakinan ini diwujudkan melalui sertifikasi Pelatihan TOT Sadar Wisata yang diikutinya, menggandeng Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) dan Himpunan Akademisi dan Praktisi Pariwisata Indonesia (HAPPI). Baginya, penerangan tenaga surya bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari menata wajah Aceh yang lebih menarik dan berkelas internasional bagi para pelancong.

Filsafat Hidup yang Menghidupi: “Bersama Kita Bisa”

Di balik semua pencapaiannya, Sri Ariana teguh memegang moto sederhana nan dahsyat: “Bersama Kita Bisa.” Filsafat inilah yang menjadi kunci suksesnya membangun kolaborasi spektakuler antar lembaga dan daerah. Ia adalah seorang “penghubung” sejati, yang mampu merangkul semua pihak untuk bekerja sama. Pesannya bagi generasi muda pun jelas: manfaatkan waktu untuk belajar sebaik-baiknya dan jangan lupa ibadah.

Legacy seorang Srikandi

Ir. Sri Ariana Ningsih adalah bukti hidup bahwa seorang “srikandi bangsa” tidak hanya hadir dalam narasi sejarah masa lalu. Ia adalah srikandi kontemporer yang dengan tekun membangun negerinya, mulai dari hal paling dasar di posyandu hingga ke kebijakan pembangunan berkelanjutan yang berdampak luas. Dari medan politik yang keras hingga diplomasi internasional yang menantang, ia membawa nama Aceh dengan penuh harga diri. Jejak langkahnya mengajarkan bahwa dengan semangat kolaborasi dan ketekunan, kita tidak hanya bisa membangun Aceh, tetapi juga meneranginya dengan cahaya matahari dan membawanya bersinar di kancah dunia.

Penulis/ Editor : Boni Atolan

error: Content is protected !!
Exit mobile version