Jakarta –
Pada Jumat, 10 Oktober 2025, saya mendapat kesempatan langka bertemu dengan salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia yang sangat saya hormati, Dr. Daniel Yusmic P. Foekh. Pertemuan berlangsung di gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat, tepat pada pukul 14.00 hingga 15.30 WIB.
Pertemuan ini bukan sekadar momen formal, melainkan suasana keakraban dan persahabatan yang hangat. Saya didampingi oleh istri saya, Yayuk Sri Mulyantini, serta teman saya dari Malaka, Remigius Leki dan Yeani Laloh. Kebersamaan kami mengalir dalam pembicaraan santai, penuh canda tawa, mengingat masa-masa kuliah di Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana) pada tahun 1985 hingga 1989.
Dr. Daniel, yang merupakan teman seangkatan saya di fakultas hukum Undana, membuka kenangan indah masa mahasiswa dengan cerita-cerita lucu dan penuh warna. Kami bernostalgia mengenang karakter dosen, tingkah laku mahasiswa, serta dinamika kampus yang membentuk perjalanan hidup kami hingga kini.
Dalam suasana penuh kehangatan itu, beliau dengan tulus memberikan beberapa karya ilmiahnya kepada saya. Di antaranya adalah buku “Perpu dalam Teori dan Praktek: Saripati dari Disertasi” yang dipromotori oleh Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, serta buku “Ilmu Negara dan Politik Hukum Pancasila”. Pemberian ini bukan sekadar simbol persahabatan, tetapi juga bukti nyata prestasi dan dedikasi seorang doktor hukum yang menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi.
Pada sesi akhir, kami mengabadikan momen berharga tersebut dengan berfoto bersama di ruangan beliau di lantai 10 gedung Mahkamah Konstitusi. Ruangan yang dindingnya dihiasi potret sembilan hakim konstitusi, di mana saya beruntung mengenal beberapa di antaranya, seperti Prof. Dr. Saldi Isra yang merupakan kolega saya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, dosen pembimbing saya semasa studi magister di UGM Jogjakarta tahun 2000.
Pertemuan ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya menjaga silaturahmi, serta terus berkarya dan berkontribusi nyata dalam bidang hukum demi kemajuan bangsa. Sebagai alumni UGM Jogjakarta, saya bangga melihat bagaimana teman lama saya telah mengukir prestasi gemilang di Mahkamah Konstitusi, menjaga tegaknya hukum dan keadilan di Indonesia.***
